Minggu, 10 Juni 2012

INTROSPEKSI DIRI SEBAGAI SEBUAH BANGSA BESAR


INTROSPEKSI DIRI SEBAGAI SEBUAH BANGSA BESAR
Sebagai bangsa yang besar kita telah terlalu banyak mengalami ketertinggalan, bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita. Kita semua tahu bahwa Bangsa Indonesia memiliki semua sumber daya yang dapat dijadikan modal untuk memajukan bangsa ini, kita semua tahu bahwa Indonesia adalah salah satu negara terkaya di dunia baik sumber daya alam hayati maupun sumber daya alam mineral. Pertanyaannya mengapa kita sebagai bangsa memiliki semua hal yang mungkin bangsa lain tidak memilikinya, namun kita tetap menjadi bangsa yang selalu tertinggal kalau tidak dikatakan terbelakang.
Mari kita mencari tahu apa penyebab semua permasalahan ini dan mari kita mencari jalan keluarnya. Banyak para ahli, para komentator, para pengamat populer di Indonesia berpendapat penyebab permasalahan tersebut diantaranya adalah pertama mentalitas bangsa yang secara masiv cenderung berlaku korup dan permisif terhadap sifat korup. Kedua dasar pemahaman dan pengamalan agama mayoritas bangsa kita hanya sebatas lipstic belaka. Ketiga sistem hukum yang dibangun cenderung belum mengakomodasi rasa keadilan untuk semua lapisan masyarakat namun baru megakomodasi para petinggi politik, pengusaha, konglomerat dsb. Keempat mentalitas para penegak hukum yang masih belum amanah dan berpihak kepada rasa keadilan masyarakat.
Semoga kita sebagai masyarakat akademis tidak ikut terjebak di dalamnya. Mari kita bangun bangsa ini menlalui apa yang bisa kita lakukan melalui dunia kita. Mari kita tingkatkan mutu pendidikan yang ada di negeri ini, supaya kita bisa menjadi bangsa yang patut dihormati dan disegani oleh bangsa lain melalui ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat kita kuasai.
Saya hanya dapat berharap, semoga dari tulisan saya yang tidak bermutu ini dapat membuka mata hati kita. Terima kasih.

MENGENAL SISTEM OPERASI OPEN SOURCE (LINUX)


MENGENAL SISTEM OPERASI OPEN SOURCE (LINUX)


Linux adalah sistem operasi berbasis UNIX yang dapat berjalan di berbagai macam perangkat keras terutama di PC berbasis Intel x86. Dikatakan berbasis UNIX karena Linux dikembangkan menurut standar yang dimiliki UNIX dan kemampuan yang sama dengan UNIX. Artinya Linux memiliki kemampuan baik sebagai server maupun workstation layaknya UNIX.


Pada awalnya Linux hanya berjalan di platform Intel x86 termasuk AMD Cyrix dan lainnya. Namun seiring dengan berkembangnya jumlah pengguna Linux dan para pengembangnya maka sekarang Linux telah berjalan pula pada MacIntosh (Motorolla), Sun Sparc, DEC Alpha , Amiga , strongARM dan masih banyak lagi.


Perkembangan Linux sangat didukung oleh lisensi yang digunakan oleh Linux yaitu GNU General Public License (GNU GPL). Secara singkat GNU General Public License memungkinkan suatu aplikasi ( termasuk sistem operasi ) untuk secara bebas digunakan dan disebarluaskan dimana pengguna/penerima software berhak menerima kode asal ( source code) dari aplikasi tersebut beserta semua hak yang diijinkan oleh penulis asli.


Aplikasi tersebut dapat dimodifikasi maupun digunakan dalam aplikasi lain dimana lisensi dari aplikasi perubahan/baru tetap pada GNU GPL . Penulis asli hanya bertanggungjawab pada kode asli dan tidak bertanggungjawab terhadap implikasi perubahan yang dilakukan pada aplikasi tersebut. Penyebarluasan aplikasi yang telah dirubah tetap mencantumkan penulis asli , kode asli, kode perubahan yang ditambahkan dan penanggungjawab perubahan tersebut.


Dengan GPL bukan berarti tidak memungkinkan adanya komersial, paling tidak biaya dapat ditarik dari biaya kopi media distribusi. Jasa layanan seperti dukungan teknis dapat merupakan produk komersial.


Kemampuan Sistem Linux :


a.  Multiuser
Kemampuan OS menangani banyak user secara simultan baik pada aplikasi yang sama maupun aplikasi yang berbeda.


b.  Multitasking
Kemampuan OS menangani sejumlah pekerjaan (task) secara simultan. Kernel Linux merupakan kernel modular dimana dapat dikonfigurasi dengan modulmodul (berupa device driver) pluggable yang dapat dipasang atau dilepas sesuai kebutuhan. Hal ini membuat kernel Linux menjadi kecil dan ringkas, menghemat memori yang digunakan kernel sehingga bisa digunakan untuk alokasi memori aplikasi.


c.  Dukungan lengkap terhadap jaringan berbasis TCP/IP


Tersedia fasilitas-fasilitas jaringan seperti telnet, FTP, dan NNTP. Linux menyediakan juga driver-driver untuk Ethernet, PPP, bahkan ISDN. Pada platform Intel, Linux menggunakan mode protected, model penggunaan memori secara flat (tanpa segmentasi), demand paging, virtual memory . Penanganan program dan data berukuran besar menjadi lebih baik. Linux menggunakan shared library pada file-file executeable sehingga ukuran program menjadi kecil.


d.  Kemampuan Perangkat Lunak Linux


Hampir semua utility UNIX telah di port ke Linux sehingga para pengguna UNIX dapat menemukan aplikasi yang sama seperti yang biasa mereka gunakan di UNIX. Perintah dasar ( ls, tr , awk , more ) pada UNIX terdapat pula pada Linux.